Need a good book to read?

I read a book and then I found a part, a great one part I think..

Kita harus menghadapi fakta bahwa orang tua akan pensiun dalam waktu dekat. Who’s next in charge? Saya mengerti bahwa tidak setiap anak muda mau untuk berada di tengah-tengah “perubahan”. Namun, seseorang tidak harus “diliput oleh media” atau memberi “pidato” di tengah-tengah “perubahan” tersebut. Semua orang bisa melakukan hal-hal kecil untuk perubahan.

Need a good book to read? Dream Catcher by Alanda Kariza offer some great stuff.

Advertisements

4th ASEAN School Games

Magandang Gabi, Chuc Ngu Ngon.

Dulu saya berpikir pesta olahraga antar negara hanyalah sebuah kompetisi memperebutkan medali untuk negaranya masing-masing. “Apa sih gunanya pesta olahraga antar negara selain meraih kemenangan dan mendapatkan medali?”, namun setelah menjadi LO ASEAN School Games pandangan saya akan pesta olahraga sedikit berubah. Pesta olahraga antar negara tidak hanya tentang menang dan kalah, its more than that.

Seminggu lebih sudah ASEAN School Games IV berakhir. ASEAN School Games adalah pesta olahraga antar negara-negara Asia Tenggara dengan ketentuan kontingennya yang masih duduk di bangku sekolah. Bisa dibilang ASG adalah Sea Games versi anak sekolahan. Kebetulan ASG IV kali ini diselenggarakan di Surabaya, mulai dari 28 Juni-6 Juli 2012. Selama 9 hari saya menjadi LO Tim Sepak Takraw Philippines dalam ASG kali ini. Banyak sekali hal yang saya dapatkan selama menjadi LO ASG IV ini.

Continue reading

Scripta Manent, Verba Volant

Lagi iseng menjelajah lebatnya hutan rimba yang bernama internet, dan tadaaa! Nemu video ini. Video pengumuman lomba sih. Tapi bagus videonya menurut saya. Pesan yang disampaikan bersifat long term meskipun ini video pengumuman lomba. Pas ngeliat video ini jadi inget awal ngeblog. Kenapa saya membuat blog ini. Kenapa ngeblog di layanan blog gratis (Karena males bayar hosting dan domain juga sih hehe).

“Yang tertulis akan abadi, yang terucap akan lenyap bersama hembusan angin.”

Happy Weekend Guys!

Ceritanya lagi buka facebook. Trus ada statusnya Ayu Kareena di news feed saya. Ayu Kareena ini adiknya Ajeng Kareena, salah satu sahabat saya. Masih kelas 1 smp. Biasanya kalo buka facebook, status-statusnya ga jauh-jauh dari kegalauan dan keababilan ala ABG. Wajar lah ya, namanya juga masih kelas 1 smp. Than I found it.

I like her status! Menurut saya pemikirannya sangat dewasa. Dan itu yang sedang saya tanamkan dalam diri saya.

Kadang ketika seseorang berbuat sedikit saja kesalahan pada saya, dengan otomatis saya melupakan semua kebaikannya. Padahal jika dibandingkan, kesalahan yang dibuat sangatlah kecil jika dibandingkan dengan kebaikannya. Maybe, not just me. Kebanyakan orang lebih mudah mengingat keburukan seseorang dibanding beribu kebaikannya. Walaupun keburukannya sangatlah kecil jika dibandingkan dengan kebaikan yang sudah dilakukan. Seiring berjalannya waktu, saya menyadari sikap seperti ini adalah sikap yang sangat kekanak-kanakan, tidak dewasa dan sangat memalukan. Sikap seperti ini sudah sepatutnya kita tinggalkan, In my opinion, that attitude is something that isn’t important, wasting time, thought and effort. Lebih menyenangkan mengingat kebaikan seseorang dan berusaha membalasnya dengan kebaikan pula. Ketika melihat status Ayu, saya kemudian mengingat salah satu tulisan Kompasianer dengan username Katedrarajawen yang sudah saya bookmark beberapa waktu yang lalu. Dan kebetulan sekarang lagi getol-getolnya ngeblog, saya tuliskan saja pendapat saya disini disertai dengan tulisan Katedrarajawen yang menurut saya cukup bisa menginspirasi kita untuk menjadi orang yang lebih baik.

Continue reading

Little Indonesia? Someday!

Melihat liputan feature VOA yang bertajuk “Cerita Sukses Diaspora Indonesia di AS” di atas. Bangga rasanya mengetahui bahwa ternyata ada juga.. bukan ada, tapi banyak juga orang Indonesia yang sukses di AS. Ya, Amerika Serikat! Dari video diatas terlihat bahwa diaspora Indonesia sudah mulai menunjukkan eksistensinya di kalangan masyarakat dunia. Eksis dalam konteks yang positif tentunya. Diaspora sendiri bisa diartikan sebagai penyebaran suatu komunitas, baik itu etnis maupun bangsa tertentu ke berbagai penjuru dunia. Penyebarannya sendiri biasanya diiringi juga dengan akulturasi dengan budaya setempat namun tetap tidak meninggalkan identitas budayanya masing-masing. Pada umumnya seseorang atau komunitas pelaku diaspora memutuskan untuk merantau didasari oleh faktor ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik di tempat tinggal barunya.

Continue reading

Ini Keluarga Budi

Kalo inget jaman SD. Pas pelajaran PPKN (Jaman saya sih namanya PPKN, mungkin sekarang Kewarganegaraan ya), Sometimes I want to be a part of Budi’s family. Keluarga yang sederhana dan damai. Walaupun keluarga saya udah bahagia banget. Tapi pengen aja.

Terkait Pro dan Kontra Konser Lady Gaga

Lady Gaga. Akhir-akhir ini nama itu sedang menjadi salah satu topik yang sering dibicarakan media kita. Terkait dengan masih tidak jelasnya akan kepastian konsernya awal Juni ini di Indonesia dengan berbagai pernyataan pro dan kontra yang mengiringinya. Seperti yang diberitakan oleh VOA dalam Liputan Berita VOA tanggal 18 Mei 2012 – Penolakan Konser Lady Gaga. Konser Lady Gaga, pada tanggal 3 Juni mendatang sebenarnya masih dalam ketidakpastian. Pemberitaan terkait perkembangan isu ini pun semakin santer tiap harinya. Hingga yang awalnya isu Lady Gaga ini cuma sekedar lewat saja di benak saya. Akhirnya saya benar-benar ingin menuliskan pemikiran saya disini.

Disini saya mencoba memberikan pandangan saya sebagai warga negara Indonesia yang beragama. Saya umat beragama dan saya tinggal di negara demokrasi. Jika ditanya tentang sikap saya terhadap konser Lady Gaga di Indonesia. Saya sama sekali tidak menolak kedatangan Lady Gaga untuk konser di Indonesia. Tapi jika ditanya apakah saya akan menontonnya, tentu saja tidak. Karena menurut saya apa yang diekspresikan Lady Gaga dalam lagu-lagunya sangat bertentangan dengan apa yang saya yakini. Namun saya tekankan lagi, saya sama sekali tidak menolak kedatangannya ke Indonesia. Setahu saya di negara ini setiap orang berhak untuk mengekspresikan pemikiran. Perbedaan pemikiran atau pendapat adalah suatu hal yang lumrah. Selama suatu pihak tidak melakukan kegiatan yang brutal dan sangat merugikan ketika mengekspresikan pemikirannya, sudah seharusnya tiap individu yang ada menghargai perbedaan yang ada. Menurut saya yang tidak terlalu concern akan seni dan masih lemah pula dalam ilmu agama (Jadi mohon masukannya terkait pemikiran saya di dalam tulisan ini). Lady Gaga hanyalah seorang seniman yang mengungkapkan pemikirannya melalui lagu-lagunya dengan caranya sendiri yang tak jarang menimbulkan kontroversi. Namun, sejauh Lady Gaga tidak melanggar norma-norma agama yang ada di negara kita dalam konsernya, penolakan akan dirinya bukanlah hal yang harus kita lakukan.

Continue reading

Nasionalisme ala Pandji

Sebelum baca buku ini, I already promised to myself to write the review here immediately after I read the book. Karena saya termasuk orang yang sebenernya baru banget tau siapa Pandji itu, dan itupun taunya dari twitter, hingga akhirnya baca beberapa pemikirannya di blognya dan semua itu cukup membuat saya untuk mengaguminya sebagai sosok WNI yang pintar dan optimis akan masa depan negaranya. Until then I found this book at my sister’s bookshelf.

NASIONAL.IS.ME

Whoaa, I have to read it than yes of course I have to write it too on my blog! Tapi setelah kelar bacanya.. Speechless. Bingung mau nulis apa, this book is totally rocks! Jujur, Pandji melalui buku ini berhasil (bener-bener berhasil) menularkan optimismenya akan masa depan Indonesia yang lebih baik pada saya. Dan saya juga sangat yakin, there have been so many people out there who are also infected with the spirit of optimism by this book.

Continue reading

Fenomena Penolakan Ajaran Agama Tradisional

Ketika VOA Indonesia menerbitkan artikel yang berjudul Makin Banyak Kaum Muda AS Tolak Ajaran Agama Tradisional pada tanggal 17 mei 2012 lalu, saya langsung tertarik untuk membacanya. Isu tentang agama adalah isu yang sangat sensitif namun selalu terlihat menarik untuk dibahas dan didiskusikan. Setelah membaca artikel tersebut secara keseluruhan, timbul beberapa pertanyaan dalam diri saya.

Diawali dengan kalimat pembuka “Satu kajian baru di AS yang memusatkan perhatian pada kelompok usia 18 – 24 tahun mendapati banyak anak muda menolak ajaran agama tradisional”. Ajaran agama tradisional? Ini maksudnya gimana sih?. Pernyataan pertama di artikel ini benar-benar membuat saya bertanya-tanya. Istilah ajaran agama tradisional terkesan asing di telinga saya. Hingga akhirnya saya menemukan jawabannya setelah membaca keseluruhan artikel. Ajaran agama tradisional bisa diartikan sebagai suatu cara seseorang dalam memilih agama, dimana suatu agama yang dipilih dikarenakan ajaran oleh orang tuanya, dengan kata lain ajaran agama tradisional adalah suatu teknik seseorang memilih untuk memeluk suatu agama dikarenakan hanya mengikuti agama kedua orang tuanya. Dari cara pandang saya itulah kurang lebihnya pengertian dari ajaran agama tradisional.

Continue reading